Kamis, 20 Mei 2021

Dampak Negatif Teknologi Bagi Generasi Muda Islam

A. Definisi Dampak Negatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dampak negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif.


B. Definisi Teknologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tenologi merupakan suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis, dan merupakan salah satu ilmu pngetahuan terapan.Selain itu teknologi juga merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.


C. Definisi Generasi Muda Islam

1. Generasi Muda

Menurut Prof. Dr. H. Endang Sumantri, M. Ed. Dkk; Generasi muda dalam pengertian umum adalah golongan manusia yang berusia 0  35 tahun.

2. Islam

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga Islam secara bahasa adalah Agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW berpedoman kitab suci Al Quran yang diturunkan kedunia melalui wahyu Allah SWT.

Adapun islam menurut Abdullah;2006 secara istilah adalah Mengacuh pada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah SWT, bukan berasal dari manusia.

Jadi dari dua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa generasi muda islam adalah golongan manusia yang berusia 0  35 tahun dengan keyakinan atau kepercayaan agama islam.


D. Dampak Negatif Teknologi Terhadap Generasi Muda Islam

Teknologi mememiliki dua sisi yang sama tajam seperti belati yang mempunyai efek yang sama tergantung dari sisi mana yang dipilih. Sisi tersebut yaitu sisi positif (baik) dan sisi negatif (buruk).

Sisi yang positif akan berdampak baik sedangkan sisi negatif akan berdampak buruk. Baik bagi sipelaku bisa jadi juga berdampak kepada yang lain.


Adapun dampak negatif dari teknologi bagi generasi muda islam, yaitu:

a. Overload Information

Semakin canggih teknologi semakin memudahkan manusia menjalankan atau memenuhi kebutuhan hidupannya karena dibantu teknologi. Termasuk para generasi muda khususnya generasi muda islam. misalnya dalam hal mendapatkan informasi atau ilmu pengetahuan.

Informasi atau ilmu pengetahuan adalah salah satu kebutuhan yang mesti dipenuhi oleh generasi muda terutama para penuntut ilmu. Dengan Adanya teknologi semua itu bukanlah menjadi masalah. akan tetapi ada masalah yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yaitu Overload Information yaitu Kelebihan informasi atau banjir informasi.

Overload informasi berdampak pada pola pikir penuntut ilmu (generasi muda islam). Karena banyaknya informasi yang didapatkan akhirnya menyebabkan penuntut ilmu pusing dan bingung karena banyaknya informasi walaupun tidak semua para penuntut ilmu dipusingkan oleh masalah ini.


b. Menjadikan Teknologi Sebagai "ILAH"

Teknologi mempunyai banyak manfaat tetapi juga bisa menimbulkan mudhorat. Selain Overload information dampak negatif teknologi selanjutnya yaitu: dia dijadikan ilah oleh manusia khususnya generasi muda.

Ilah berasal dari bahasa arab yaitu aliha (yang menentramkan) yang bermakna sakana ilaihi (tentram kepadanya), istajaaro bihi (merasa terlindungi olehnya), isytaaqo ilaihi (rindu kepadanya), wuli'a bihi (cinta atau cenderung kepadanya). Yang akan berdampak kamaalul mahabbah bihi (sangat mencintainya), kamaalu attadzalluli bihi (sangat merendahkan diri kepadanya, kamaalu al khudhuu 'i (sangat tunduk dan patuh kepadanya).

Sungguh besar dampaknya jika teknologi sudah dijadikan Ilah oleh generasi muda. mereka akan ketergantungan terhadap teknologi tersebut dan tentu saja akan menimbulkan perasaan sedih kepada orangtua atau keluarga juga guru mereka. apabila sudah dijadilah Ilah oleh mereka maka akan susah untuk merubahnya. na'udzubillahi min dzalik.


E. Solusi atau Pemecahan Permasalahan

Adapun solusi dari permasalahan tersebut yaitu:

a. Orangtua harus berperan penting untuk menjadi sahabat bagi anak dalam rangka mengarahkan atau memantau kegiatan belajar atau proses menuntut ilmu (walaupun terkadang mereka merasa atau mengganggap diri mereka sudah besar atau dewasa. Jika orangtua tidak memiliki kemampuan itu hendaknya mencarikan anak mentor untuk membimbing sang anak dalam menggali informasi atau menuntut ilmu. Supaya sang anak lebih terarah dan memiliki kompetensi.

b. Mensosialisaikan dan menginternalisasikan nilai-nilai positif dan negatif secara berkesinambungan kepada generasi muda agar supaya bisa memilih dan memilah antara yang baik dengan yang kurang baik 


Referensi

Abdullah ,M. Yatimin. Studi Islam Komtemporer. AMZAH. Jakarta 2006 hal 7

Dewan Redaksi. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Pusat bahasa Dep. Pendidikan Nasional. Jakarta. 2001 hal 444

Maulana, Rizky. Putri Amelia. Kamus Pelajar Bahasa Indonesia. Penerbit; Lima Bintang

Sumantri , Endang. PKNI4312-Modul 1 

Yunus, Mahmud. 1989. Kamus Arab Indonesia. Penerbit; Hidakarya Agung